Wednesday, 9 October 2019

Nama: Abimanyu Aziz Fahrezy
Kelas: X IPS 1

TEMA:

.Bakteri gram-positif antraks (batang ungu) pada contoh cairan serebrospina. Jika ada, bakteri spesies gram-negatif akan berwarna merah muda. (Sel-sel lain adalah sel darah putih

Cara KerjaSunting

  1. Kaca preparat dibersihkan dengan alkohol 70%
  2. Jarum ose dipijarkan kemudian ditunggu hingga dingin, lalu bakteri diambil dari media lalu diratakkan di atas preparat glass
  3. Kaca preparat dipijarkan hingga kering
  4. Larutan zat warna krista violet diteteskan sebanyak 2-3 tetes dan didiamkan selama 1 menit
  5. Preparat diberikan akuades mengalir dan dikeringkan
  6. Larutan Lugol diteteskan dan dibiarkan selama 1 menit lalu dicuci dengan air mengalir dan keringkan
  7. Larutan alkohol asama diberikan selama 30 detik, lalu dicuci dengan air mengalir dan dikeringkan
  8. Larutan safranin diberikan selama 20 detik
  9. Dicuci dengan air mengalir dan dikeringkan
10. Kaca preparat diamati menggunakan mikroskop dengan perbesaran 10x100x

Gram Positif (atas)
Gram Negarif (bawah)

Tuesday, 8 October 2019

Perbedaan Isolasi Bakteri Secara Pour Plate, Streak Plate, Spread Plate

Nama: Abimanyu Aziz Fahrezy
Judul  : Isolasi Bakteri Secara Pour Plate, Streak Plate, Spread Plate.

Teknik Isolasi Bakteri :


1. Metode gores atau streak plate (culture)
 menggunakan loop ose dan menggoreskannya ke permukaan medium agar dengan pola tertentu dengan harapan pada ujung goresan, hanya sel-sel bakteri tunggal yang terlepas dari ose dan menempel ke medium. Sel-sel bakteri tunggal ini akan membentuk koloni tunggal yang kemudian dapat dipindahkan ke medium selanjutnya agar didapatkan biakan murni.

Untuk memperoleh hasil yang baik diperlukan keterampilan, yang biasanya diperoleh dari pengalaman. Metode cawan gores yang dilakukan dengan baik kebanyakan akan menyebabkan terisolasinya mikroorganisme yang diinginkan. 

Dua macam kesalahan yang umum sekali dilakukan adalah tidak memanfaatkan permukaan medium dengan sebaik- baiknya untuk digores sehingga pengenceran mikroorganisme menjadi kurang lanjut dan cenderung untuk menggunakan inokulum terlalu banyak sehingga menyulitkan pemisahan sel - sel yang digores.






Gambar Loop Ose


2. Metode tuang atau pour plate (shake culture)
 dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan mencampur suspensi bakteri dengan medium agar pada suhu 50ÂșC kemudian menuangkannya pada petridisk atau dengan menyemprotkan suspensi pada dasar petridisk, kemudian menuang medium agar keatasnya dan diaduk. Setelah agar mengeras, bakteri akan berada pada tempatnya masing-masing dan diharapkan bakteri tidak mengelompok sehingga terbentuk koloni tunggal.














3. Metode sebar atau spread plate
 dilakukan dengan menyemprotkan suspensi ke atas medium agar kemudian menyebarkannya secara merata dengan trigalski. Dengan ini diharapkan bakteri terpisah secara individual, kemudian dapat tumbuh menjadi koloni tunggal.  










Cara Bakteri Berkembang Biak:
a. Konjugasi, yaitu pemindahan materi genetik (DNA) dari satu bakteri ke bakteri lainnya secara langsung melalui jembatan sitoplasma.

b. Transformasi, yaitu pemindahan sedikit DNA dari satu bakteri ke bakteri lainnya melalui proses fisiologi yang kompleks.

c. Transduksi, yaitu pemindahan DNA dari satu bakteri ke bakteri lainnya melalui perantara bakteriofage.

                                                           HASIL ISOLASI BAKTERI